Ini saya tulisakan dalam keadaan rindu padanya, untuk Ayah saya.
Sebagai anak perempuan saya terlalu yakin bahwa tidak ada yang akan mencintai kami anak perempuan lebih baik daripada ayah mencintai kami. Tidak ada alasan untuk tidak jatuh cinta pada ayah. Karena ayah pasti tidak akan buat saya anak perempuannya patah hati
Saya adalah anak kedua dari ketiga bersaudara, diantara saudara saya yang lain orang-orang sekitar seringkali berkata bahwa saya mirip sekali dengan ayah saya, baik dari paras wajah maupun tingkah lakunya. Saya pun tidak menampik itu, karena saya sendiri pun menyadari dan membenarkan bahwa memang ada kemiripan antara saya dengannya.
Kami memiliki hobi yang sama, kami sama-sama suka membaca buku dan menonton film. Terkadang, ketika saya pulang kerumah kami menonton film berdua bersama-sama hingga larut malam sambil bercerita banyak hal, apapun saya ceritakan padanya, termasuk teman lelaki saya dan dia selalu terbuka untuk itu. Seringkali ia tidak terlalu mengerti tentang film apa yang sedang saya lihat dan yang ia lakukan hanyalah duduk disamping saya, menemani saya sampai tertidur dikursi.
Ayah saya seorang yang demokratis, dia tidak pernah memaksakan kehendaknya pada kami anak-anaknya. Ia memberikan kepercayaan sepenuhnya pada kami hingga kami tumbuh menjadi anak-anak ayah yang selalu menajaga kepercayaannya. Dia ayah yang paling keren buat saya.
Karena kini jarak yang memisahkan, kami biasanya hanya mengobrol di telepon. Ayah terkadang menelepon hanya untuk menanyakan saya sedang dimana dan bilang hati-hati pulangnya. Ayah selalu berpikir saya masih anak kecil. Padahal saya sudah dewasa dan sudah tahu apa yang harus saya lakukan. Banyak keputusan salah yang pernah saya lakukan. Tapi ayah tidak pernah menjudge. Ayah selalu mendukung.
Tidak ada yang mencintaimu seperti seorang anak kecil sampai mencintainya seperti wanita dewasa kepada kekasih. Hanya ayah yang bisa melakukannya. Dan saya mencintai ayah seperti apa ? Saya tidak tahu. Yang saya tahu, saya punya ayah yang keren.
Tolong jangan biarkan ia bersedih dan kesusahan, Tuhanku. Tolong jangan biarkan ia kelelahan dengan setumpuk pekerjaannya, beri ia selalu kebahagiaan dan perlindungan dimanapun ia berada. Jaga dia selalu, Tuhan. Karena saya-anak perempuannya akan selalu berusaha untuk membuat ia bangga dan tersenyum.
Ayah sedang apa? Anak perempuanmu, rindu.
Design by Simon Fletcher. Powered by Tumblr.
© Copyright 2010