Teruntuk kamu, tempat berbagi cerita selama hampir 5tahun ini. Wow. Aku sendiri tidak pernah menyangka pertemanan kita akan sampai angka itu pada awalnya. Bertemu denganmu pun, awalnya aku merasa aneh. Kita bertemu di jejaring sosial yang ramai kala itu, Friendster. Situs pertemanan digital yang jadi topik pembicaraan disetiap obrolan remaja seusia kita pada masanya.
Aku senang, aku mengikuti kata hatiku waktu itu dan berkenalan denganmu. Ah, lalu aku merasa kenapa friendster waktu itu begitu personal. Padahal harusnya friendster itu tempat aku bermain-main. Lucunya, bahkan ketika aku mau bermain-main pun semesta mengirimkanmu untukku.
Winda yang baik. Aku suka cerita-ceritamu yang begitu personal. Aku suka sekali caramu menggambarkan sesuatu begitu detail. Aku suka ketika kamu begitu khawatir dengan semua masalah yang sedang aku hadapi saat itu.
Terima kasih untuk selalu senang mendengarkan semua keluh kesah, obrolan bodoh, cerita klasik yang terus berulang-ulang aku ceritakan. Terima kasih untuk selalu mendukung dan selalu ada saat aku mau kamu ada. Terima kasih untuk terus jadi teman yang paling baik dan tentu saja terima kasih untuk pertemanan digital yang aneh ini. Suatu hari, kita harus bertemu. Kita harus duduk, bercerita, lalu berpelukan.
Yuk, janjian? :D
Baik-baik ya, Winda. Mengenalmu itu semacam kebetulan. Tapi, aku tidak percaya kebetulan. Ini harusnya detail untuk sebuah gambar besar, mungkin?
Love.
Fitriani Dwi Kartikasari.
Design by Simon Fletcher. Powered by Tumblr.
© Copyright 2010